Bolehkan Memindahkan Jenazah Setelah Dikubur?
Ada perbedaan pendapat di
antara Ulama’:
نقل الميت
ذهب الحنفية والشافعية والحنابلة إلى أنه لا يجوز نقل
الميت من مكان إلى آخر بعد الدفن مطلقا.
وأما المالكية فيجوز عندهم نقل الميت قبل الدفن وكذا
بعده من مكان إلى آخر بشروط
(الموسوعة الفقهية الكويتية: 39/417)
Memindahkan
Mayit.
Madzhab
Hanafiyah, madzhab Syafi’iyah dan madzhab Hanabilah berpendapat bahwa tidak
boleh memindahkan mayit dari suatu tempat ke tempat yang lain setelah dikubur
secara mutlaq.
Adapun
madzhab Malikiyah, dibolehkan menurut mereka memindahkan mayit sebelum dikubur,
demikian juga setelah dikubur, dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan
beberapa syarat.
(Almausu’ah
Alfiqhiyah Alkuwaitiyah: 39/417)
وأما المالكية فيجوز عندهم نقل الميت قبل الدفن وكذا
بعده من مكان إلى آخر بشروط هي:
- أن لا ينفجر حال نقله
- أن لا تنتهك حرمته
- وأن يكون لمصلحة: كأن يخاف عليه أن يأكله البحر،
أو ترجى بركة الموضع المنقول إليه، أو ليدفن بين أهله، أو لأجل قرب زيارة أهله، أو
دفن من أسلم بمقبرة الكفار، فيتدارك بإخراجه منها، ودفنه في مقبرة المسلمين. فإن تخلف
شرط من هذه الشروط الثلاثة كان النقل حراما
(الموسوعة الفقهية الكويتية: 21/9-10)
Adapun
madzhab Malikiyah, dibolehkan menurut mereka memindahkan mayit sebelum dikubur,
demikian juga setelah dikubur, dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan
beberapa syarat, yaitu:
- Mayit
tidak rusak ketika memindahkannya
- Tidak
melanggar kehormatan mayit.
-
Dilakukan sebab kemaslahatan, seperti: khawatir terseret air laut atau diharapkan
barokah tempat yang dijadikan tempat pindahan atau agar dikubur di antara
keluarganya atau agar lebih dekat untuk ziarah kelurganya atau orang yang sudah
masuk Islam di kubur di kuburan orang kafir, maka diralat dengan mengeluarkan mayit tersebut dari
kuburan orang kafir dan dikubur di kuburan orang muslim.
Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka
memindahkan mayit hukumnya haram.
(Almausu’ah
Alfiqhiyah Alkuwaitiyah: 21/9-10)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar