Apakah Boleh Mengikuti Selain 4 Madzhab?
Ada perbedaan pendapat Ulama’:
1/ Boleh
الَّذِي تَحَرَّرَ أَنَّ
تَقْلِيدَ غَيْرِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ - رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمْ - لَا يَجُوزُ فِي الْإِفْتَاءِ
وَلَا فِي الْقَضَاءِ وَأَمَّا فِي عَمَلِ الْإِنْسَانِ لِنَفْسِهِ فَيَجُوزُ تَقْلِيدُهُ
لِغَيْرِ الْأَرْبَعَةِ مِمَّنْ يَجُوزُ تَقْلِيدُهُ لَا كَالشِّيعَةِ وَبَعْضِ الظَّاهِرِيَّةِ
(الفتاوى الفقهية الكبرى: 4/325)
Dan yang dibebaksan
taqlid kepada selain imam yang 4 rodiyallahu anhum, itu tidak boleh taqlid
dalam berfatwa dan memutuskan sesuatu.
Adapun dalam perbuatan seseorang untuk dirinya sendiri, maka dibolehkan taqlid kepada selain imam yang 4 tersebut, dari Ulama-Ulama’ yang boleh ditaqlidi, bukan seperti Syi’ah dan Sebagian madzhab Dhohiriyah
(Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubro: 4/325)
2/ Tidak
نَقَلَ ابْنُ الصَّلَاحِ الْإِجْمَاعَ عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوزُ تَقْلِيدُ غَيْرِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ ، أَيْ حَتَّى العَمَلِ لِنَفْسِهِ فَضْلًا عَنْ الْقَضَاءِ وَالْفَتْوَى، لِعَدَمِ الثِّقَةِ
بِنِسْبَتِهَا لِأَرْبَابِهَا بِأَسَانِيدَ تَمْنَعُ التَّحْرِيفَ وَالتَّبْدِيلَ
(بغية المسترشدين: 17)
Ibnu Sholah mengutip sebuah ijma’ (kesepakatan Ulama’) tentang tidak bolehnya taqlid kepada selain 4 imam madzhab, bahkan sampai amalan yang hanya untuk dirinya saja pun tetap tidak boleh, terlebih untuk memutuskan suatu hal atau untuk berfatwa, sebab tidak kuatnya penisbatan pendapat tersebut kepada pemiliknya dengan jalur-jalur yang mencegah adanya penyelewengan dan perubahan
(bughyatul Mustarsyidin, hal: 17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar