Membunuh Hewan Sebab Kasihan, Agar Tidak Tersiksa


Bolehkah membunuh binatang yang kasihan saat melihatnya karena sudah sakit parah,

sehingga tujuan membunuhnya agar cepat mati dan tidak tersiksa dengan penyakitnya itu?

 

الإجهاز على الحيوان:

الحيوان على نوعين: نوع يجوز ذبحه، بأن كان مأكول اللحم، أو قتله، بأن كان مؤذيا. وهذا النوع يجوز الإجهاز عليه إن أصابه مرض أو جرح؛ لأنه يجوز ذبحه أو قتله ابتداء،

ونوع لا يجوز قتله كالحمار ونحوه،

وفي جواز الإجهاز عليه إن أصابه مرض أو جرح - إراحة له - خلاف،

أجاز ذلك الحنفية والمالكية،

ومنعه الشافعية والحنابلة.

وقد ذكر ذلك الفقهاء في كتاب الذبائح، وذكره الحنفية في كتاب الحظر والإباحة. 

(الموسوعة الفقهية الكويتية: 2/56)

Menyempurnakan kematian hewan.

Macam Hewan ada dua:

Satu macam boleh disembelih, yaitu hewan yang dagingnya boleh dimakan,

atau hewan yang boleh dibunuh, yaitu hewan yang mengganggu.

Macam hewan ini tidak boleh disempurnakan kematiannya jika tertimpa sakit atau luka, sebab bolehnya menyembelih atau membunuhnya secara permulaan.

Dan satu macam lagi yang tidak boleh dibunuh, seperti: keledai dan yang semisalnya.

Dan terkait tentang kebolehan menyempurnakan kematiannya jika tertimpa sakit atau luka (dalam rangka agar tidak tersiksa), madzhab Hanafiyah dan madzhab Malikiyah: Membolehkannya,

Sementara madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah: Melarangnya.

Para Ulama’ telah menyebutkan hal tersebut dalam bab “dzabaih (sembelihan)” sementara madzhab Hanafiyah menyebutkannya dalam bab “Alkhothr wal Ibahah (Larangan dan Kebolehan)”

(Almausu’ah ALfiqhiyah Alkuwaotiyah: 2/56)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar