Wudhu Setelah Mandi Junub

 Apakah Seseorang Yang Telah Mandi Junubو Harus Berwudhu Ketika Akan Sholat?


Ada perbedaan pendapat di antara Ulama':

إذا اغتسل بدون وضوء فهل يرتفع الحدث الأصغر؟

اختلف العلماء في هذه المسألة:

فقيل: يجزئ الغسل عن الوضوء مطلقاً، سواء كان محدثاً حدثاً أصغر قبل الجنابة، أم لا، وسواء نوى رفع الحدثين معاً، أو نوى رفع الجنابة، وهذا هو مذهب الحنفية، والمالكية، وأصح الأقوال في مذهب الشافعية....

وقيل: لا يرتفع الحدث الأصغر حتى يتوضأ، سواء توضأ قبل الغسل، أو توضأ بعده، وهو أحد قولي الشافعي، وقول في مذهب الحنابلة

وقيل: لا تتداخل الطهارتان الكبرى والصغرى إلا بنية، فعلى هذا، إما أن يتوضأ قبل الغسل، أو ينوي بغسله الطهارة من الحدثين، وهذا نص أحمد رحمه الله، ووجه في مذهب الشافعية

(موسوعة أحكام الطهارة: 11/497-498 - أبو عمر دُبْيَانِ بن محمد الدُّبْيَانِ)

Jika seseorang mandi (wajib) tanpa wudhu, apakah bisa mengangkat hadats asghor juga?

Ulama’ berbeda pendapat dalam masalah ini:

 Ada yang mengatakan: Mandi (wajib) sudah mencukupi dari wudhu secara mutlak, sama saja, apakah ia berhadats asghor sebelum junub atau tidak, dan sama saja, apakah ia meniatkan mengangkat kedua hadats tersebut secara bersamaan atau hanya meniatkan mengangkat dari hadats junub saja, ini adalah *madzab Hanafiyah, madzab Malikiyah, dan yang benar di antara pendapat-pendapat madzab Syafi’iyah…….*

Dan ada yang mengatakan: Hadats asghor tidak terangkat sampai ia berwudhu, sama saja berwudhu sebelum mandi (wajib) atau setelahnya, ini adalah *salah satu pendapat imam Syafi’i* dan juga pendapat dalam *madzab Hanabilah.*

 Dan ada juga yang mengatakan: Tidaklah saling mencakup antara kedua thoharoh tersebut, thoharoh kubro dan thoharoh sugro, kecuali dengan niat, oleh sebab itu, ada kalanya ia berwudhu sebelum mandi atau ia meniatkan dengan mandinya tersebut sebagai thoharoh dari dua hadats, ini adalah yang ditetapkan oleh *imam Ahmad dan salah satu pendapat dalam madzab Syafi’iyah*

(Mausu’ah Ahkamit Thoharoh: 11/497-498 - Abu Umar Ad Dubyan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar